Kendal  

Bupati Kendal Resmikan Embung Pancur Desa Bangunsari

KENDAL, lintasjateng.com – Tahun 2022, Kabupaten Kendal telah memiliki dua embung yang difungsikan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat setempat. Dua embung tersebut yakni Embung Subari yang terletak di Desa Kalibareng, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal yanh diresmikan pada Februari lalu.

Embung kedua yakni Embung Pancur Kelompok Tani (Poktan) Mekarsari di Desa Bangunsari Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal yang diresmikan oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto bersamaan kegiatan Gelar Hasil-hasil Pembangunan Kabupaten Kendal Tahun 2022, Kamis 16 Maret 2023.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan benih ikan oleh Bupati Kendal bersama Forkopimda Kendal di lokasi Embung Pancur Desa Bangunsari.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, pembangunan Embung Pancur bisa berdampak luas. Embung ini menjadi solusi untuk para petani saat musim kemarau. Dan mampu memgairi sekitar 70 hektare lahan pertanian.

“Karena kita ketahui Kabupaten Kendal ini kalau hujan kita kebanyakan air sampai tumpah-tumpah kebanjiran. Kalau musim kemarau kita kekurangan air. Petanipun juga susah untuk mendapatkan pengairan untuk bertani. Insyaallah dimusik kemarau mampu mengairi sekitar 70 hektare lahan pertanian yang ada di sekitar embung,” bebernya.

Baca Juga  Pengurus PPDI Periode 2023-2028 Siap Perjuangkan Siltap

Dirinya juga berharap, Embung Pancur tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Desa Bangunsari. Dico juga menambahkan pihaknya akan berupaya kembali membangun embung di Kabupaten Kendal guna kesejahteraan para petani.

“Karena tentunya petani ini harus menjadi prioritas kita. Kita harus memprioritaskan petani agar mereka bisa bertani sepanjang tahun. Dan tentunya kita melakukan inovasi agar petani kita yang ada di Kendal kedepan bisa lebih sejahtera lagi,” ungkap Dico.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menjelaskan, pembangunan Embung Pancur menggunakan anggaran dari Bantuan Keuangan APBD Provinsi Jawa Tengah yakni sekitar Rp 1,9 miliar. Dan dibangun diatas lahan dengan luas sekitar 2.000 meter persegi.

“Kalau luas tanahnya sekitar 4.000 hektare. Kalau luas embung rata-rata di 2.000 hektare,” paparnya.

Pandu juga menyampaikan, fungsi pembangunan embung diprioritaskan untuk kebutuhan pertanian yakni untuk mengairi lahan pertanian masyarakat sekitar.

Baca Juga  Ganjar Optimistis KIK Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru.

“Namun demikian kalau memang warga atau masyarakat sekitar mau memfungsikan sebagai pariwisata silahkan tapi tanpa mengurangi untuk fungsi pertanian,” tegas Pandu.

Pandu berharap, melalui Embung Pancur ini produksi pertanian masyarakat sekitar dapat meningkat. Sehingga juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani di desa Bangunsari dan sekitarnya.

“Dari yang semula hanya mengandalkan tadah hujan, dengan adanya embung ini harapan kami ya satu tahun bisa tanam minimal dua sampai tiga kali tanamlah,” harap Pandu.

Sementara, Kepala Desa Bangunsari Sholeh Handoyo mengungkapkan, sebelumnya kondisi lahan di Desa Bangunsari merupakan lahan kering dan tidak bisa digarap. Dirinya berharap dengan dibangunnya embung lahan sekitar dapat dijadikan pertanian kembali.

“Harapannya embung ini bisa jadi ikon terbaik di Bangunsari yang selama ini belum ada di Kecamatan Pageruyung. Selain difungsikan untuk pertanian kita akan jadikan sebagai periwisata yang pengelolaannya semuanya dari BUMDes,” pungkasnya.(Win).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 9 = 1