Daerah  

Sesuai Kesepakatan, KPUS Minta Pasokan Telur untuk MBG Ambil dari Peternak Lokal

KENDAL, lintasjateng.com – Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Kendal didorong mengambil pasokan telur dari peternak lokal melalui Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama tentang penyerapan telur dan daging ayam untuk program MBG di Jawa Tengah.

Komitmen tersebut disosialisasikan dalam pertemuan antara KPUS Kabupaten Kendal dengan seluruh pengelola SPPG se-Kabupaten Kendal, Jumat 24 Juli 2026 sore di Rumah Makan Aldila Kendal.

Komitmen terswbut mengacu pada hasil kesepakatan yang melibatkan Gubernur Jawa Tengah, Satgas MBG Jateng, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional, Koordinator SPPG, serta asosiasi koperasi peternak ayam petelur dan pedaging Jawa Tengah pada 19 Juni 2026.

Ketua KPUS Kabupaten Kendal, H Suwardi, mengatakan terdapat tiga poin utama dalam kesepakatan tersebut. Pertama, menu telur dan daging ayam wajib disajikan dua kali dalam sepekan di seluruh program MBG di Jawa Tengah. Kedua, pasokan telur harus berasal dari asosiasi atau koperasi peternak dengan standar kualitas yang telah disepakati. Ketiga, harga telur ditetapkan sebesar Rp26.000 per kilogram.

Baca Juga  Tumbuh dan Kembangkan IKM Baru di Kendal, Kemenperin Berikan Pendampingan Teknis Bidang Ecoprint, Furniture, dan Perbengkelan

“Yang ketiga adalah harga yang disepakati untuk telur sebesar Rp26.000 per kilogram. Hari ini kami sosialisasikan cara dan teknisnya kepada para pengelola SPPG,” katanya.

Menurut Suwardi yang juga Anggota DPRD Kendal, pertemuan tersebut menjadi langkah awal agar kesepakatan yang telah ditandatangani dapat diterapkan secara optimal. Dengan mekanisme tersebut, seluruh pelaku usaha dalam rantai pasok, mulai dari peternak hingga pedagang, diharapkan ikut merasakan manfaat program MBG.

“Nanti pembelian di kandang untuk pedagang Rp24.000 per kilogram, kemudian masuk ke dapur MBG Rp26.000 per kilogram. Harapannya semua peternak dan pedagang yang menjadi pemasok juga bisa merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Alwi, berharap seluruh SPPG memaksimalkan penggunaan bahan baku dari petani dan peternak lokal. Dengan demikian, harga di tingkat peternak tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Peternak maupun petani dapat merasakan manfaat distribusi, khususnya untuk komoditas telur. Ke depan diharapkan kesejahteraan mereka juga meningkat,” ujarnya.

Baca Juga  Dukung Ketahanan Pangan, Polres Kendal Tanam Jagung Serentak

Sementara itu, Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kendal, Muhammad Faris Maulana, berharap hasil diskusi tersebut segera ditindaklanjuti oleh seluruh pengelola SPPG dengan menyerap kebutuhan telur melalui KPUS.

“Semoga penyerapan telur untuk MBG bisa melalui peternak lokal. Kabupaten Kendal merupakan penghasil telur terbesar kedua di Indonesia. Dengan adanya kesepakatan ini, kami berharap program MBG di Kendal benar-benar mampu menyerap hasil produksi peternak lokal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *