Waspada Krim Racikan Berbahaya, Amiza Jadi Solusi Kulit Breakout

KENDAL, lintasjateng.com – Dunia kecantikan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan kulit. Namun di balik tren tersebut, masih banyak ditemukan penggunaan krim racikan atau produk skincare yang mengandung obat keras seperti hidroquinon, steroid, hingga merkuri yang tidak sesuai standarisasi dan tanpa pengawasan medis.

Penggunaan krim racikan berbahaya ini kerap dipilih karena menjanjikan hasil instan, seperti kulit lebih putih dalam waktu singkat atau wajah terlihat mulus seketika. Padahal, kandungan obat keras yang tidak sesuai dosis dan standar dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan kulit.

Founder Amiza Skin Care, dr Yunita Ika M. Biomed yang akrab disapa Docyunn menuturkan, tidak dipungkiri bahwa standarr trend kecantikan di Indonesia adalah mrmiliki kulit putih. Sehingga banyak dari masyarakat yang memilih krim racikan yang dianggap dapat memutihkan kulit dengan cepat dan instan.

“Tidak kita pungkiri kiblat kita kadang ke Korea atau K-Pop. Kadang kita ingin merubah warna kulit, bahkan bentuk muka. Padahal sebenarkan cantik menurut saya adalah apa adanya tetapi dengan merawat dan mengoptimalkan,” tuturnya.

Baca Juga  Peringatan HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar, 3.894 Botol Miras dan 326 Liter Miras Oplosan Dimusnahkan

Docyunn menyampaikan, banyak pasien yang datang ke kliniknya dengan berbagai permasalahan terutama akibat efek samping penggunaan krim racikan tidak terstandarisasi antara lain iritasi, kemerahan, kulit menipis, ketergantungan, jerawat parah, hingga munculnya flek hitam permanen.

“Hampir 70 persen pasien yang datang ke saya itu karena rusaknya kulit mereka karena salah memilih skin care yang justru mengandung bahan-bahan berbahaya diantaranya merkuri, hidroquinon, dab steroid,” terangnya.

Dalam jangka panjang, paparan merkuri dan steroid juga berisiko mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih produk perawatan kulit.

“Cara merawat dan memilih skincare yang aman dapat dimulai dengan memastikan produk memiliki izin edar resmi dari BPOM, membaca komposisi bahan, serta menghindari produk yang menjanjikan hasil instan berlebihan. Konsultasi dengan dokter kulit juga dianjurkan sebelum menggunakan produk tertentu, terutama bagi pemilik kulit sensitif atau bermasalah,” tambahnya.

Baca Juga  Atlet Kickboxing Dapat Bantuan Perlengkapan Latihan

Docyunn menekankan, bahwa cantik tidak harus merubah bentuk wajah maupun memaksakan kulit menjadi putih. Kecantikan sejati terletak pada kulit yang sehat, terawat, dan percaya diri dengan kondisi alami. Merawat kulit secara tepat dan aman jauh lebih penting dibanding mengejar standar kecantikan yang berisiko bagi kesehatan.

“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan penggunaan skincare aman dan terstandarisasi dapat menjadi pilihan utama demi menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang,” imbuhnya.

Docyunn menyarankan, bagi para wanita yang mengalami kulit breakout akibat penggunaan skincare yang tidak sesuai standart bisa mengunjungi klinik yang tersebar di beberapa wilayah diantaranya di Kaliwungu, Weleri, dan Sukorejo.

Anda juga bisa menggunakan skincare dari @amizaskincareofficial yang sudah terbukti untuk menjadi solusi dari kulit breakout, ribuan orang sudah pulih, sekarang saatnya bagi kamu untuk pulih dari breakoutmu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 82 = 90