Kendal  

Refleksi Akhir Tahun PDPM Soroti Persoalan Sampah

KENDAL, lintasjateng.com – Refleksi Akhir Tahun Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kendal menyoroti persoalan lingkungan. Diantaranya persoalan penanganan sampah, kondisi Pasar Weleri hingga bencana banjir dan longsor di Kabupaten Kendal.

Kegiatan yang dihadiri  Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi mengambil tema “Ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan mengukur jejak merajut asa 2026”.

Ketua PDPM Kendal, Abdul Malik mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan ruang kepada para pemuda di Kendal untuk berdiskusi dan menyampaikan masukan terkait kondisi Kabupaten Kendal saat ini.

“Harapannya hasil diskusi ini bisa disampaikan kepada orang yang tepat dan yang semestinya menerima saran,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut ia menyinggung terkait kondisi Pasar Weleri yang masih sepi lantaran para pedagang yang dulu menempati pasar tersebut telah pindah di tempat lain.

“Pedagang yang sudah nyaman di tempat relokasi itu sudah terlanjur nyaman, tapi yang di Pasar Induk jadi sepi,” katanya.

Baca Juga  Ikasmanik Launching Website dan Kartu Anggota

Ia menambahkan, melalui refleksi akhir tahun ini menjadi catatan terkait penanganan sampah hingga kegiatan eksplorasi lingkungan dan sumberdaya alam di Kabupaten Kendal, dimana saat ini banyak sekali kegiatan alih fungsi lahan.

“Ini perlu kita pikirkan, apa yang akan kita lakukan satu tahun kedepan supaya langkah kita tepat. Sehingga melalui acara ini kita bisa mendapatkan solusi,” tambahnya.

Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, sekaligus Ketua Majelis Lingkungan Hidup PD Muhammadiyah Kendal, Wasito menyampaikan, produksi sampah di Kabupaten Kendal rata-rata mencapai 450 ton perhari dengan armada hanya sekitar belasan saja.

“Ini masih kurang untuk melayani se-Kabupaten Kendal. Sehingga harapannya masyarakat Kendal ikut sadar dengan penanganan sampah. Kalau hanya DLH saja saya yakin tidak bisa. Mari kita sukseskan kebijakan Bupati Kendal yaitu satu desa ada satu bank sampah,” ajaknya.

Baca Juga  Punya Potensi Bagus, Bupati Kendal Hidupkan Kembali Taman Kalireyeng

Sementara Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi mengajak para pemuda Muhammadiyah untuk ikut mengontrol jalannya roda pembangunan di Kabupaten Kendal.

“Pemerintahan apapun kalau tidak kontrol akan seenaknya sendiri. Oleh karena itu refleksi ini akan memberikan masukan dan solusi. Dan nanti hasilnya akan saya sampaikan ke Ibu Bupati,” katanya.

Terkait persoalan sampah, menurut Benny berdasarkan diskusi dengan Bupati Kendal dan Pj Sekda, Pemkab Kendal berencana akan ikut aglomerasi sampah untuk diolah menjadi energi di Semarang.

“Tapi itu paling cepat 2027. Dan untuk langkah dalam waktu dekat kita berencana mengolah sampah menjadi RDF (Refuse-Derived Fuel). Kemarin kita sudah bertemu perusahaan yang mau mengelola sampah. Kalau prosesnya lancar InsyaAllah Februari sudah diluncurkan,” ungkapnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

89 + = 92