KENDAL, lintasjateng.com – Dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Kendal, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkolaborasi antara Komisi VII DPR RI memberikan pendampingan teknis produksi selama 4 haru, mulai Senin – Kamis, 29 September – 2 Oktober 2025.
Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan Kemenperin RI, Budi Setiawan mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 240 peserta yang terbagi dalam tiga bidang yakni ecoprint, furniture, dan perbengkelan.
Nantinya para peserta ini akan dikurasi menjadi 30 orang, masing-masing 10 orang dari 3 bidang tersebut.
“Nanti akan kami kurasi untuk lebih mefokuskan terkait ecoprint, furniture, dan perbengkelan. Kemudian akan kita ajak kunjungan ke IKM yang sudah jalan. Harapan kami setelah kegiatan ini bisa dilanjutkan Dinas Perindustrian,” terangnya.
Anggota DPR RI, Samuel J.D. Wattimena, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa agenda ini fokus pada pencarian potensi wirausahawan baru dari masyarakat Kendal. Para peserta diberikan pemahaman mendalam terkait produk yang mereka hasilkan, termasuk pelatihan sistem manajerial yang efektif.
“Kita memberikan wawasan dan pelatihan agar mereka tidak hanya bisa memproduksi, tetapi juga memahami bagaimana mengelola usaha secara berkelanjutan, kami harap nantinya para peserta bisa menjadi mentor bagi masyarakat lainnya,” ujar Samuel.
Ia menambahkan, Kendal dipilih karena dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan industri lokal, terutama di tengah tantangan ekonomi nasional. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk terus mengembangkan diri melalui sektor wirausaha.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut baik terpilihnya daerahnya sebagai lokasi pelatihan. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku IKM.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Kendal. Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata dan memperkuat kolaborasi antara pusat dan daerah dalam membangun IKM,” ujar Bupati.
Hingga akhir Desember 2024, tercatat terdapat 16.122 unit IKM di Kendal. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan positif, namun juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam hal pendampingan dan pengembangan kapasitas.(Win).






