Kendal  

2.597 Hektare Lahan Pertanian Rusak Akibat Terendam Banjir

KENDAL, lintasjateng.com – Sebagian besar lahan pertanian di 11 Kecamatan di Kabupaten Kendal terancam gagal panen dan mati akibat terdampak banjir dan curah hujan yang tinggi pada beberaoa hari belakangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengungkapkan sekitar 2.597 hektare lahan pertanian di Kabupaten Kendal terendam banjir yang diakibatkan cuaca ekstrem. Sebagian besar lahan yang terendam banjir merupakan lahan yang ditanami padi dan tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Kendal.

“Dengan rincian di Kecamatab Kendal sebanyak 353 hektare, Brangsong 298 hektare, Kaliwungu 246 hektare, Kaliwungu Selatan 16 hektare, Ngampel 128 hektare, Patebon 556 hektare, Pegandon 15 hektare, Cepiring 334 hektare, Weleri 251 hektare, Ringinarum 45 hektare dan Rowosari 355 hektare,” ungkap Pandu Rabu 4 Januari 2022.

Baca Juga  Gelar PTMSI Kendal Open 2023, Ini Harapan Wakil Bupati Windu Suko Basuki

Dirinya memaparkan, jumlah desa atau kelurahan yang lahan pertaniannya terdampak banjir, yaitu Kecamatan Kendal 15 kelurahan, Patebon 14 desa, Cepiring 12 desa, Ngampel 11 desa dan Kecamatan Rowosari sepuluh desa.

“Selain itu di Kecamatan Weleri tujuh desa, Brangsong enam desa, Kaliwungu lima desa, Ringinarum empat desa, Pegandon tiga desa dan Kaliwungu Selatan dengan dua desa,” papar Pandu.

Selain tanaman padi, menurut Pandu lahan yang terendam banjir lainnya adalah lahan tanaman jagung, yang ada di Kecamatan Ringinarum, Patean dan Brangsong, dengan total lahan seluas 1.526 hektare.

“Juga ada lahan tanaman bayam, kacang panjang dan kangkung yang terdampak di Kecamatan Brangsong dengan total luas lahan empat hektare,” imbuh Pandu.

Baca Juga  104 Siswa Bertalenta Khusus Antusias Ikuti Berbagai Lomba di SLBN Kendal

Terkait kerugian, Pandu menambahkan, pihaknya akan segera melakukan inventarisasi data kerugian lahan pertanian yang terendam banjir. Dan berupaya mengajukan bantuan untuk para petani yang terdampak.

“Untuk kebutuhan para petani yang terdampak banjir, kami berupaya meminta bantuan ke pemerintah pusat. Kami juga mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi,” ungkap Pandu.

Sementara itu, salah seorang petani padi Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel, Lisin mengaku pasrah lahan pertanian seluas sekitar setengah hektare yang ditanami padi miliknya terendam banjir sehingga terancam mati dan gagal panen.

“Ya mau gimana lagi karena memang cuacanya masih seperti ini. Semua juga mengalami banjir. Semoga cuaca kembali membaik dan kami bisa bertani lagi,” ujar Lisin.(Win-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − = 3