Kendal  

Antisipasi Kelangkaan Pakan Ternak, Lapas Terbuka Kendal Siapkan Cadangan Pakan Fermentasi Dengan Metode Silase

LINTASJATENG,KENDAL – Menghadapi kelangkaan pakan ternak yang sering terjadi pada musim kemarau, Lapas Terbuka Kendal menyiapkan terobosan pakan fermentasi dengan metode silase.

Kegiatan produksi pakan silase dilaksanakan di area kandang sapi Lapas Terbuka Kelas II B Kendal, Selasa (30/8/2022).

Kegiatan yang di inisiasi oleh Subseksi Kegiatan Kerja pada Lapas Terbuka Kendal tersebut, diikuti oleh Kasubsie Giatja, Puji Raharjo, didampingi staf lapas, serta enam orang warga binaan.

Puji Raharjo menjelaskan, pakan fermentasi metode silase ini merupakan sebuah proses pengolahan pakan ternak hijauan, dengan cara diawetkan melalui proses fermentasi dan dapat disimpan dalam waktu lama berkisar antara 3-6 bulan.

Baca Juga  Seniman dan Budayawan Ngabuburit Srawung Seni

Dibebekan, proses ini diawali dengan mencacah rumput odot yang telah dipanen dengan mesin pencacah. Kemudian hasil cacah tersebut di siram dengan campuran air, tetes tebu, dan efektif mikroorganisme (EM4).

“Setelah itu rumput dimasukan kedalam sebuah tong hampa udara (aneorob) dan ditutup dalam kurun waktu tiga sampai enam bulan,” beber Puji.

Dirinya juga mengungkapkan, dengan kegiatan ini, harapannya bisa mengatasi krisis pakan ternak yang sering dialami ketika kemarau panjang, serta untuk mengefektifkan pola pengolahan lahan.

“Bisa kita lihat hasil dari penanaman rumput odot di lahan pertanian ini sangatlah melimpah, oleh karena itu sebagian rumput odot kami olah dengan metode silase untuk kemudian menjadi cadangan pakan ternak ketika nanti kemarau panjang tiba” ungjkap Puji.

Baca Juga  Dinsos Kendal Gelar Rakor dan Pembinaan Supervisior dan Fasilitator se- eks Kawedanan Weleri

Sementara itu, Kepala Lapas Tebuka Kendal melalui Kasie Binadik dan Giatja, Jonet Darmawan Adi menambahkan, kegiatan bertujuan untuk menjaga keseimbangan stok pakan.

Selain itu, kegiatan keterampilan inovatif seperti ini juga bertujuan untuk membekali warga binaan ketika sudah habis menjalani masa pidananya nanti.

“Sehingga, mereka (warga binaan) mempunyai banyak keterampilan yang dapat dikembangkan untuk mencukupi kehidupan sehari hari, saat sudah bebas,
” ujar Jonet. (Mash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 3 = 2