Kendal  

Kloter 13 dan 14 Jamah Haji Kendal Sudah Kembali Ke Tanah Air

KENDAL, lintasjateng.com – Jamaah Haji Kabupaten Kendal Kelompok Terbang (Kloter) 13 yang berjumlah 251 jamaah, dan kloter 14 yang berjumlah 355 jamaah tiba di Kabupaten Kendal, Minggu 9 Juli 2023.

Kedatangan rombongan jamaah yang telah menunaikan ibadah haji di tanah suci tersebut disambut suka cita oleh keluarga maupun kerabatnya di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal

Plt Kabag Kesra, Muhammad Hanifudin Adni mengungkapkan, ada sebanyak enam bus yang membawa jamaah haji kloter 13 dan delapan bus jamaah haji kloter 14. Ia mengaku kepulangan pertama rombongan jamaah haji tersebut mengalami keterlambatan.

“Ada keterlambatan dari kepulangan jamaah haji kloter 13 yang harusnya jadwal semula pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB harus mundur tiga jam menjadi pukul 10.00 WIB. Walaupun ini jadwalnya agak mundur, alhamdulillah hari ini sudah kembali jamaah haji kloter 13 dan 14,” ungkapnya.

Baca Juga  900 Anak Usia 6-11 Tahun di Kendal, Telah Tervaksin

Ia menambahkan, menurut data Kementerian Agama Kendal ada dua jamaah haji yang meninggal dunia di tanah suci yakni Tarmi (74) asal Kecamatan Pageruyung dan Duki (96) asal Kecamatan Patean

“Yang meninggal ada dua orang semuanya sudah sepuh usia 96 tahun dan 74 tahun. Kalau yang sakit dan tertinggal di tanah suci Mekkah untuk kloter 13 tidak ada,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang jamaah haji asal Desa Jenarsari Kecamatan Gemuh, Mundakir bersyukur telah melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan pulang ke tanah air dengan keadaan sehat dan selamat.

Baca Juga  Pastikan Kondusivitas Wilayah Terjaga Jelang Idul Fitri, Pemkab Kendal Gelar Rakorpamwil

Namun demikian, ia berharap pemerintah dapat membenahi kembali proses layanan ibadah haji. Karena menurutnya ada sedikit kekacauan dari proses pemberangkatan maupun proses saat jamaah berada di Musdhalifah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji di Mina.

“Tahun ini pelaksanaan haji tidak kondusif dari perpindahan kloter sudah sangat kacau. Dan yang paling parah itu saat mau ke Mina kita banyak yang terlantar dan banyak yang pingsan karena menunggu bus hingga siang hari,” ungkap Mundakir.(Win).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + = 23