Kendal  

Ramadan 1443 H, Ketua Komisi A DPRD Kendal Bagikan Takjil dan Gelar Bukber

Munawir saat membagikan takjil kepada warga yang melintas

LINTASJATENG,KENDAL – Ketua Komisi A DPRD Kendal yang juga Politikus PDI Perjuangan, H Munawir membagikan paket takjil kepada warga yang melintas di sekitar jalan Kabupaten, ikut Desa Bulak, Kecamatan Rowosari, Minggu (24/4/2022).

Menurut Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal tersebut, pembagian takjil sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang menjalankan ibadah puasa.

“Sehingga dengan pembagian paket takjil ini, para pengendara atau warga yang dalam perjalanan dan masuk waktu buka puasa, bisa menyantap takjil yang kita bagikan,” ungkap Munawir.

Munawir saat membagikan takjil kepada warga yang melintas
Munawir saat membagikan takjil kepada warga yang melintas

Dikatakan, ada 800 paket takjil yang dibagikan bersama pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Rowosari dan Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kangkung. Paket takjil berisi minuman kolak dan makanan ringan.

Baca Juga  RAT KONI Kendal Digelar, Apa Saja Yang Dibahas

“Semoga takjil ini bermanfaat bagi warga atau pengendara yang sedang dalam perjalanan dan masuk waktu berbuka puasa. Meski tak seberapa isinya namun bisa untuk membatalkan puasa saat waktu berbuka,” ujar Munawir.

Ditambahkan, usai bagi-bagi takjil ini, dirinya juga menggelar buka puasa bersama warga dan komunitas sepeda di wilayah Weleri dan Rowosari di kediamannya di Desa Jatipurwo Kecamatan Rowosari.

Baca Juga  Polres Kendal Laksanakan Patroli Skala Besar Bersama Kodim, Dishub dan Satpol PP

“Bukan hanya paket takjil dan bukber saja, Insya-Allah besok Selasa (26/4/2022), kami berencana akan membagikan paket parsel kepada warga yang membutuhkan,” imbuh Munawir.

Salah seorang pengendara yang melintas, Yeni (26) warga Weleri mengaku, dirinya merasa terbantu dengan adanya pembagian takjil ini. Karena ia tidak merasa bingung saat di perjalanan masuk waktu berbuka puasa.

"Ya kegiatan sosial semacam ini sangat membantu kami dan para pengendara lain. Karena kadang kita bingung, pas waktu berbuka saat di perjalanan tidak ada makanan dan minuman untuk membatalkan puasa," ungkapnya. (Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

31 − 23 =