Kendal  

Pengasuh Ponpes Darul Amanah Ikuti Diklatsar Banser bersama 116 Perserta Lainnya

KENDAL, lintasjateng.com – Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Gus Muhammad Fatwa menjadi salah satu peserta yang mengikuti pendidikan latihan dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) XXI yang digelar di lapangan desa Wonotenggang kecamatan Rowosari, pada Jumat – Minggu, 23-25 Juni 2023.

Gus Muhammad Fatwa menuturkan, dirinya termotivasi mengikuti kegiatan diklatsar demi menjaga muru’ah, jatidiri, harkat martabat Nahdlatul Ulama, menjaga ulama kiai, menjaga akidah Ahlusunnah, dan mempertahankan NKRI.

“Ketika saya ditanya oleh para tokoh ulama luar negeri kenapa banser tidak memberontak, kemudian saya menjelaskan bahwa tugas dari Banser itu menjaga ulama dan bangsa. Itulah hebatnya Banser, meski sebagai kesatuan tentara terbesar yang tidak hanya di Indonesia namun dunia tetap cinta terhadap tanah air,” tutur Gus Fatwa.

Menurut Gus Fatwa yanv merupakan mahasiswa S3 Universitas Wahid Hasyim Semarang tersebut, kegiatan diklatsar harus harus tetap ada, dan ditingkatkan serta dikembangkan lagi.

Baca Juga  Menteri Zulkifli Hasan Pantau Harga di Pasar Sukorejo Kendal Terlalu Murah

“Buat sahabat-sahabat semua pokoknya tetap semangat, kuat, sehat jangan goyah hanya dibully sebab kita itu dididik untuk menjaga ulama dan NKRI. Pokoknya NKRI harga mati,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kendal, Misbahul Munir yang akrab disapa Gus Munir saat memberikan sambutan dihadapan 116 peserta yang mengikuti pelatihan menegaskan, bahwa banser merupakan sebuah organisasi yang sudah membuktikan dirinya ikut bersinergi dengan pemerintah dalam menumbuhkembangkan NKRI.

“Bahwa Banser adalah organisasi yang digdaya dan telah membuktikan diri ikut sinergi membangun bangsa ini sejak dahulu. Banser bukan organisasi kemarin-kemarin saja, banyak sejarah mencatat organisasi-organisasi sebelum kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia yang hanya bisa kita temukan di dalam catatan-catatan sejarah,” tegasnya.

Gus Munir menambahkan, diklatsar merupakan kaderisasi tahap awal sebagai anggota Banser. Selanjutnya masih ada Diklat lanjutan dan spesialisasi sebagai peningkatan kapasitas keanggotaan dan kepemimpinan. 

Baca Juga  Rumahnya Terendam Banjir, Warga Rowosari Berharap Perhatian Pemerintah

“Mau menjadi bagian dari Banser, berarti sahabat-sahabat calon peserta diklatsar kali ini harus memulainya dari dirinya sendiri,” ucap Gus Misbah.

Ditambahkan, Banser itu khidmat, khidmat dalam meladeni dan melayani untuk agama, bangsa dan negara. Mengawal kiai, menjadi benteng akidah ahlussunah waljamaah.

“Dan yang namanya khidmat itu kesel, capek dan tidak material yang panjenengan nanti didapat. Mengawal kiai itu bukan diartikan kiai keluar dari rumah, kiai tausyiah lalu jenengan pergi ngopi. Mengawal kiai itu ya berarti mengawal ilmunya kiai yang diamalkan oleh sebagian bahkan seluruh umat yang ada di Rowosari pada khususnya,” imbuh Gus Munir.

Dalam penutupan sambutannya, Gus Munir menanyakan apakah para peserta siap mengorbankan seluruh jiwa, raga dan harta demi mencapai Ridho Allah, sesuai Nawa Prasetya Banser nomer 8.

Apakah sahabat-sahabat siap!,” pekik Gus Misbah.

“Siaaaap!!,” saut para peserta diklatsar.(Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 20 = 30