Kendal  

Nikmati Diskon Sepuluh Persen di Tirto Arum Baru Kendal, Bagi Anak yang Miliki KIA

KENDAL, Lintasjateng.com – Dalam rangka membantu program pemerintah terkait kependudukan, Agro Wisata Tirto Arum Baru Kendal memberikan diskon sebesar sepuluh persen kepada setiap anak yang dapat menunjukan Kartu Identitas Anak (KIA).

Hal tersebut disampaikan Sri Sarwo Utomo, Direktur Tirto Arum Baru Kendal, Senin, 03 April 2023. Beberapa fasilitas yang diberikan pihaknya, yaitu tiket masuk kolam renang dan wahana permainan lainnya.

“Bagi pengunjung yang memiliki KIA, akan mendapatkan keringanan sebesar sepuluh persen. Ini merupakan hasil kerjasama antara Tirto Arum Baru Kendal dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kendal,” ujarnya.

Baca Juga  Dispertan Kendal Beri Pelatihan KWT dan PKK Pembuatan Olahan Pangan Lokal

Utomo yang juga pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kendal menjelaskan, kerjasama ini bertujuan agar terjadi hubungan saling menguntungkan, yaitu menstimulasi anak-anak untuk memiliki KIA dan meningkatkan kunjungan wisata di Kendal.

“Untuk masing-masing objek wisata di Kendal berbeda-beda.Kalau di Tirto Arum Baru, kami memberikan diskon sepuluh persen untuk tiket kolam renang dan wahana permainan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Kendal, Ratna Mustikaningsih mengatakan, KIA merupakan hak setiap anak usia 0 – 17 tahun. Oleh karena pihaknya terus melakukan layanan pembuatan KIA, bahkan dengan jemput bola ke sekolah-sekolah dan layanan secara massal.

Baca Juga  Napi Terorisme Lapas Kelas IIA Kendal Ikrarkan Setia NKRI

“Kartu Identitas Anak ini berlaku sampai anak berusia 17 tahun, kemudian diganti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan nomor induk yang sama dengan KIA,” jelas Ning sapaan akrabnya.

Dikarenakan, sampai saat ini pencetakan KIA di Kabupaten Kendal sudah mencapai dua ratus ribu lebih atau sudah di atas 40 persen, sesuai target yang ditetapkan. Namun pihaknya akan terus melakukan layanan pembuatan KIA hingga tuntas.

“Meski sudah sudah diatas 40 persen, namun kami akan terus lakukan layanan pembuatan KIA, karena itu merupakan hak warganegara Indonesia untuk mendapatkan identitas kependudukan,” imbuh Ning. (Win).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

89 − 88 =